Rabu, 11 November 2020

Artikel : Respon Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring di SMA N 1 Halmahera Utara

 Respon Peserta Didik Dalam Pembelajaran Daring di SMAN 1 Halmahera Utara

Setiap individu tentu ingin mengenyam pendidikan yang layak. untuk mengetahui sesuatu seseorang harus melewati proses yang namanya belajar. Belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, bahkan lebih dari itu, belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup. sejak kecil, sebelum mengenyam bangku pendidikan, seorang anak dididik oleh orang tuanya namun setelah ia ada pada usia sekolah tentu saja seorang anak menempuh proses pendidikan formal melalui sekolah. Di sekolah anak mendapatkan pengalaman belajar yang bertahap dan berkesinambungan demi untuk membentuk pribadi yang terdidik dan berakhlak mulia. sedangkan melalui pengalaman kehidupan setiap pribadi belajar dari sekolah kehidupan lewat berbagai pengalaman hidup yang dialami, setiap pribadi   terus belajar memperbaiki diri dan kehidupan menjadi lebih baik.

Pada penulisan artikel ini penulis membahas tentang respon peserta didik dalam kegiatan  pembelajaran di SMA N 1 Halmahera Utara. Untuk itu penulis merasa perlu untuk memberikan sedikit gambaran mengenai sekolah tersebut. 

Sekilas tentang SMANSA HU

SMANSA HU atau SMA N 1 Halmahera utara merupakan salah satu sekolah favorit di kabupaten halmahera utara dan sekitarnya. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya minat peserta didik dan orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah ini. sekolah yang terletak di pusat kota Tobelo ibukota kabupaten Halmahera Utara ini memiliki jumlah peserta didik terbanyak. yakni lebih dari 1000 peserta didik yang menempuh pendidikan pada lembaga pendidikan ini.pada sekolah ini terdapat 25 rombongan belajar, 50 tenaga pendidik sesuai dengan kualifikasi pendidikan  masing-masing, sarana prasarana yang tersedia di sekolah ini cukup menunjang kegiatan belajar berjalan dengan baik dan lancar. untuk memangkas jumlah peserta didik agar sesuai dengan daya tampung  yang tersedia maka pada setiap kegiatan penerimaan peserta didik baru diadakan seleksi melalui serangkaian tes maupun wawancara, dan pendaftar yang diterima adalah yang lulus seleksi masuk melalui serangkaian tes maupun wawancara yang dilaksanakan oleh panitia PPDB SMANSA HU.

Sebelum pandemi covid 19 melanda negeri tercinta ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini berjalan dengan lancar, dibawah kepemimpinan kepala sekolah bapak Marthin Manuel, S. Pd. M. Pd, yang menerapkan kedisiplinan terhadap para guru, pegawai, bahkan peserta didik sehingga kegiatan belajar terkoordinir dengan baik. namun di akhir bulan maret 2020 untuk mencegah penyebaran covid 19, berdasarkan instruksi dari dinas pendidikan provinsi Maluku utara dan pemda setempat maka kegiatan belajar harus dialihkan melalui proses dalam jaringan. mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, keadaan mengharuskan semua pihak baik guru maupun peserta didik harus berbenah untuk menerima dan menjalankan kebiasaan baru yakni belajar dari rumah. 

Dalam penerapannya, kegiatan belajar daring berjalan dengan lancar meskipun pada awalnya tentu saja semua pihak harus menyesuaikan dengan model pembelajaran baru yakni belajar  tanpa bertatap muka. Harus diakui bahwa ada banyak hal yang berubah namun guru haruslah tetap semangat memberikan ilmu yang berguna demi menciptakan generasi yang terdidik dan siap bersaing menghadapi perubahan zaman. Perubahan iklim belajar yang terjadi mengharuskan semua pihak harus siap dan tanggap terhadap setiap perubahan, guru harus bisa menyajikan kegiatan belajar yang menarik minat peserta didik untuk belajar, tentu saja dengan model yang bervariatif  meskipun secara daring demi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efisien. dan peserta didik pun harus menyesuaikan dengan pola belajar daring.  namun yang penting ada kemauan  disitu ada jalan. sehingga meskipun ditengah situasi pandemi kegiatan belajar dapat terlaksana.

Dalam memulai sesuatu tentu tak selamanya berjalan mulus pasti ada saja onak duri ataupun kerikil tajam yang menghalangi sebuah perjalanan. Begitu pula dengan kegiatan belajar daring tentu saja mengalami yang namanya kendala. Dalam artikel ini penulis menggambarkan kendala pada respon peserta didik yang bervariasi dalam mengikuti kegiatan belajar secara daring. untuk menunjang kegiatan belajar daring, tentu saja setiap peserta didik harus memiliki yang namanya smart phone. Smartphone menjadi kebutuhan utama untuk bisa ikut dalam kegiatan belajar dalam jaringan, dan yang kedua yaitu kuota data. tanpa kedua hal ini tidak mungkin peserta didik dapat mengikuti pembelajaran daring.  Hal ini menjadi suatu kendala karena tidak semua peserta didik memiliki latar belakang ekonomi yang tinggi sehingga untuk memperoleh smart phone membutuhkan waktu, ada kisah sedih dibalik ini semua, dimana ada peserta didik yang harus pinjam HP tetangga, saudara, teman demi untuk bisa mengikuti kegiatan belajar daring, ada juga yang rela "nebeng", belajar bersama teman menggunakan satu HP sehingga untuk merespon pembelajaran harus bergantian. Ada juga yang demi mendapatkan smart phone agar bisa ikut belajar, harus bekerja sebagai buruh  bangunan, mencetak batu bata, dan berbagai pekerjaan lainnya yang rela mereka lakukan demi sebuah smart phone untuk bisa ikut belajar daring  dan kendala lainnya yang paling sering dikeluhkan dan menjadi alasan peserta didik tidak ikut kegiatan belajar adalah pada kuota data. karena  kehabisan kuota data sehingga terpaksa tidak ikut belajar. namun disamping berbagai kendala yang dialami, ada tekad dari peserta didik untuk mengikuti pembelajaran daring. Hal tersebut dibuktikan dengan  berbagai usaha peserta didik untuk bisa mengikuti kegiatan belajar daring meskipun harus sambil bekerja hanya untuk beli kuota ataupun membeli smart phone yang bisa dipakai untuk belajar. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar daring di SMANSA HU menggunakan aplikasi whatsapp yang memungkinkan guru menyampaikan materi, media belajar baik berupa gambar atau video dan lainnya, penjelasan materi lewat voice note, serta memberikan pertanyaan kepada peserta didik. ataupun membuat kelompok diskusi. Respon atau tanggapan peserta didik dalam pembelajaran sangat baik dimana peserta didik selalu merespon pembelajaran dengan memberikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberikan pertanyan  dan merespon setiap proses pembelajaran yang disajikan guru dengan baik meskipun tidak dapat disangkal bahwa di setiap kelas ada saja peserta didik yang berdalih sehingga tidak ikut belajar dan tidak merespon kegiatan pembelajaran. namun jika diklasifikasikan  berdasarkan pengamatan penulis dalam mengajar daring maka bisa ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar peserta didik  di SMAN 1 Halut merespon kegiatan belajar dengan baik. Hal tersebut terlihat melalui respon peserta didik dalam kelas daring ketika mengikuti pembelajaran. Bahkan ada diantara mereka yang rela bekerja sesudah jam belajar usai hanya untuk bisa membeli kuota bahkan membeli smart phone.

Dari penulisan artikel yang sederhana ini, penulis hendak menyampaikan bahwa iklim pendidikan boleh berubah namun semangat dan usaha guru dan peserta didik dalam mengajar dan belajar harus tetap berkembang sehingga dapat mnyesuaikan diri dengan berbagai perubahan zaman yang terjadi. Apapun kondisinya pendidikan harus terus berjalan untuk itu tekad, tanggung jawab, kerja keras dari para pendidik dan respon serta kemauan yang kuat dari peserta didik menjadi motivasi bagi setiap guru untuk terus belajar menyajikan pembelajaran yang terbaik bagi anak bangsa. Tuhan telah memberi kepercayaan kepada setiap guru untuk mendidik generasi bangsa menjadi generasi yang terdidik, berakhlak mulia, berkarakter Kristus serta siap bersaing menghadapi perubahan zaman. tetaplah berjuang memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa, Tuhan Yesus memberkati.






Luciana M. Nanlohy, S. Si. Teol

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar